Latest News

Manisnya Keikhlasan dalam Kopi

7 months ago Saudagar Muhammadiyah

Budaya minum kopi telah menjadi fenomena yang terus tumbuh di Indonesia belakangan ini, terutama di kalangan anak muda. Saat ini, banyak ditemui kafe – kafe yang menjadi tempat kongkow para kawula muda. Diantara kafe –kafe tersebut, ada satu tempat yang unik sekali. Kopi Ikhlas namanya. Terletak di sudut kota Singaraja, kedai kopi ini dimiliki oleh salah satu kader terbaik Muhammadiyah, Muhamad Fardiansyah namanya. Ia merupakan mantan ketum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pada masanya.
Menurutnya, asal muasal hadirnya kopi ikhlas saat ini, merupakan sesuatu hal yang telah ia impikan sejak lama. Sejak ia mempelajari ilmu kewirausahaan, ia berambisi ingin membuat usaha yang bisa bermanfaat tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk orang banyak. Usai menikah dengan gadis pujaannya, muncul gagasan ingin membuat kedai kopi yang berbeda dari yang lain. Kedai kopi yang tidak saja menjadi tempat kongkow tapi, juga harus bernilai ibadah. Karena ia sadari, bahwa ketika berwirausaha, tidak boleh hanya memikirkan laba dunia semata, harus diprospek juga laba untuk akhirat kelak. Hal ini kemudian diimplementasikan dalam penaaman di kedai kopinya. Ia putuskan untuk menamainya dengan nama Kopi Ikhlas.
Usai melewati proses yang cukup panjang, tepat pada tanggal 1 Maret 2020, lahirlah kedai Kopi Ikhlas tersebut. Terletak di Kampung Bugis, kedai kopi ini menyuguhkan ragam menu. Diantaranya, ada teh tarik, kopi V60, dan aneka camilan yang menggugah selera. Sewaktu di buka pada tanggal tersebut, banyak yang terheran- heran dengan penamaan Kopi Ikhlas pada kedai kopinya. Alhasil, ini menjadi magnet tersendiri untuk menghadirkan pengunjung di kedai kopi tersebut. Ardi menambahkan, tidak ada tarif atau harga yang ditetapkan, sehingga siapa pun bisa menikmat kopi, dan boleh membayar seikhlasnya pada menu tertentu.
“Berapa pun, yang penting ikhlas, tidak ada patokan harga. Rp 2 Ribu boleh, 200 Ribu juga boleh,” ucapnya seraya berkelakar.
Selama menjalani bisnis tersebut, tentu tak berjalan dengan mulus. Berbagai tantangan telah ia hadapi. Mulai dari soal keuangan dan juga tempat yang masih belum memadai. Tak jarang, banyak pengunjung yang memilih untuk membeli saja dan memilih menikmatinya di tempat lain.
Selain berjualan kopi, Ardi juga memanfaatkannya untuk berbagi cerita dan berbagi inspirasi kepada para kawula muda, agar kedepannya menjadi pemuda yang lebih bermanfaat baik untuk keluarga dan juga ummat[Lisom].

1 Comment

  • Mantap ....

    Try

    7 months ago

Leave a Reply

Related Post