Latest News

Manfaatkan Nikmat Kehidupan

7 months ago Kultum

Kita hidup di dunia ini, diwajibkan oleh Allah untuk beribadah hingga kematian menjemput. Kita hidup di antara tiga masa. Yaitu, masa lalu yang telah lewat dan tidak mungkin kembali lagi. Yang kedua, yaitu masa sekarang dan yang ketiga, masa yang akan datang. Dan merupakan sesuatu yang tidak kita ketahui secara pasti. Kita tidak mengetahui kapan dan dimana ajal akan menjemput. Allah berfirman yang artinya Dan tidak ada seorangpun yang tahu di bumi mana ia akan meninggal.

Dan setiap kita, pasti akan menghadapi maut.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukakn kedalamsurga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.s. Ali Imran: 185)

Menghadapi kematian ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan penjelasan dan nasihat. Oleh karena itu, hendaklah kita manfaatkan hidup ini sebaik-baiknya sebelum datang kematian.

Dalam hadits shahih, diriwayatkan Imam Al-Hakim dan Imam Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihati seorang Arab gunung yang datang kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إغتنم خمسا قبل خمس

Hendaklah engkau manfaatkan lima keadaan sebelum datangnya lima keadaan yang lain.

حياتك قبل موتك

Pertama. Kehidupanmu sebelum kematianmu.

Karena hidup ini merupakan modal kita, waktu kita, tempat menanam amal-amal kebaikan.

Kemudian Rasulullah menyatakan,

و شبابك قبل حرمك

Kedua. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu.

Karena pada masa muda, seseorang masih memiliki tubuh yang kuat, sehat. Bisa melangkah dan melaksanakan apa yang diinginkan. Berbeda dengan orang yang sudah tua.

Kemudian Rasulullah menyatakan,

و صحتك قبل سخمك

Ketiga. Kesehatanmu sebelum sakitmu.

Sehat merupakan nikmat yang besar, kekayaan yang melimpah dan tidak ada yang bisa mengetahui nilainya, kecuali orang–orang yang menderita sakit.

Kemudian Rasulullah menyatakan,

وفراغك قبل سفلك

Keempat. Masa luangmu sebelum masa sempitmu.

Kebanyakan orang menggunakan masa luangnya dengan kegiatan sia-sia. Sehingga dia rugi dan tertipu. Ingatlah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Ar Riqaq,

نعمتان مغببتان كثير من الناس الصحة و الفرغ

Dua kenikmatan, yang kebanyakan manusia mengalami kerugian dan tertipu (dengan) kedua kenikmatan tersebut. Yaitu kesehatan dan waktu luang.

Kemudian Rasulullah memberikan nasihat lainnya,

و غنىك قبل فقرك

Kelima. Masa kayamu sebelum masa fakirmu.

Ketika seseorang kaya, maka dia bisa memanfaatkan harta yang diberikan oleh Allah untuk kebaikan sebelum didatangi ajal, atau sebelum datang hari kiamat. Sehingga menyesali apa yang telah dilalaikannya. Allah menyatakan di dalam firman-Nya,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمُُ لاَّ بَيْعُُ فِيهِ وَلاَخُلَّةٌ وَلاَ شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai, orang-orang yang beriman. Belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari; yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab, dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (Q.s. Al Baqarah: 254).

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,

وَأَنفِقُوا مِن مَّارَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِين

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu dia berkata, “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih”. (Q.s. Al Munafiqun: 10).

Pada saat itu, penyesalan yang telah lewat masanya tidak lagi berguna. Mudah-mudahan peringatan Allah tentang kematian dan penyesalan orang yang kedatangan kematian karena tidak memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya ini, dapat mendorong dan selalu memacu kita untuk menambah ketaatan kepada Allah, serta menghentikan diri dari berbagai kemaksiatan [Dhian].
Oleh Muhammad Fardiansyah

0 Comment

Leave a Reply

Related Post