Latest News

Relawan Muhammadiyah di Bencana Sulbar “Gila dan Nekad”

5 months ago Post

MUHAMMADIYAH– Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat 15 Januari 2020 memberikan tantangan berlapis bagi tenaga penanganan bencana. Sebab, bencana alam terjadi di tengah tingginya wabah pandemi.

Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Joko Murdiyanto yang terlibat sebagai tim relawan di Sulbar menyebut para relawan berpikir dua kali dibandingkan pada misi kebencanaan sebelum pandemi.

“Kami ini orang-orang gila, relawan yang sampai di Mamuju itu orang-orang gila. Kalau nggak gila ga bakalan mau,” ujar Joko.

Apalagi, kasus penularan Covid di Sulawesi Barat masih tinggi dan kepatuhan protokol Covid masyarakat terbilang rendah.

“Satu hal yang menjadi kekuatan kita adalah, keikhlasan teman-teman relawan itu luar biasa. Rela berkorban, mau berjalan jauh dari asalnya, meninggalkan keluarga. Kalau tidak keikhlasan, tidak akan mungkin. Tidurnya sangat sederhana, makannya sederhana,” kisah Joko.

Di lokasi bencana, Joko mengaku terkejut dan terkesan dengan semangat para relawan Muhammadiyah yang rela datang membantu para korban penyintas bencana alam.

“Saya kenal Pak Amir dari Makassar. Ke Mamuju naik sepeda motor. Ada yang datang dari Ulumanda dengan perjalanan 4 jam lebih, luar biasa relawan-relawan Muhammadiyah,” ringkasnya dalam Covid Talk Muhammadiyah, Selasa (26/1).

Tak kalah semangat, keterlibatan ibu-ibu ‘Aisyiyah menurut Joko juga layak diapresiasi. Joko mengaku menyaksikan bagaimana ibu-ibu ‘Aisyiyah dari Palu, Kalimantan Timur, Samarinda turun di Sulawesi Barat untuk bekerja di dapur umum.

Ibu-ibu ‘Aisyiyah itu menurutnya sangat memperhatikan keadaan para relawan. Selain menyediakan makanan bergizi, bahkan ibu-ibu ‘Aisyiyah menurutnya juga mencucikan baju para relawan.

“Saya juga tidak habis pikir ya ternyata ibu-ibu ‘Aisyiyah itu luar biasa,” kagum Joko Murdiyanto.

Joko tiba di Sulawesi Barat pada Selasa, (18/1). Dirinya tiba memimpin tim Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah dengan komposisi 19 orang yang terdiri dari 3 dokter spesialis, 3 dokter umum, 4 perawat, 1 surveillace, 1 logistik medis, 2 logistik umum dan 5 dokter muda. (muhammadiyah.or.id)

Related Post