Latest News

108 Tahun BaktiMu Untuk Negeri

7 months ago Post

Oleh Try Prasetya*) Diusia 108 tahun Muhammadiyah dididirikan dangan usia yang cukup dewasa dan lebih matang untuk organisasi di negeri Indonesia ini. Hal yang telah diberikan oleh organisasi Muhammadiyah kepada NKRI ini sangat besar dalam membangun dan mencerahkan dalam berbagai segi. Muhammadiyah berusaha terus untuk mewujudkan cita – cita untuk menegakkan dan menjunjung tinggi islam.

Sebagaimana diketahui, belakangan berkembang beragam paham keagamaan dan ideologi yang sudah tersebar secara masif melalui berbagai aspek.

Seluruh warga Muhammadiyah untuk berjuang dan dukungan masyarakat dalam melaksanakan program Muhammadiyahsebagai konsistensi gerakan dalam menegakkan amar makruf dan nahi mungkar. Sebagai organisasi besar islam dengan symbol matahari yang selalu memancarkan sinarnya untuk dunia khususnya di negeri ini yang mana Muhammadiyah selalu di posisi tengah dan bisa berdampingan dengan siapapun.

Perjuangan Muhammadiyah dilandasi dengan semangat keiklasan dengan sedikit bicara banyak kerja, hidup-hidupilah Muhammadiyah dan selalu berlomba – lomba dalam kebaikan. Dengan Milad ke-108 ( 18 November 1912 ) dengan mengangkat tema “ Meneguhkan Gerakan Keagamaan, Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri “, kian mengokohkan jati dirinya sebagai gerakan islam berkemajuan dan tetap eksis terhadap gempuran paham – paham keagamaan yang lagi marak dinegeri ini dan gempuran terhadap kemunculan ideology yang akan dikembangkan di NKRI.

Kiprah dan konstribusi yang sudah diberikan untuk NKRI. Melalui gerakan – gerakan Muhammadiyah antara lain program Trisula lama yaitu : 1) Bidang pendidikan yang sudah terbukti dan teruji bahwa terdapat ratusan bahkan ribuan lembaga pendidikan berdiri di 34 provinsi, 2) Bidang Kesehatan sudah dapat menjangkau rakyat kecil untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan terutama bagi warga miskin, 3) Pelayanan sosial.

Di era milineal dan menghadapi era industry 4.0 Muhammdiyah juga mengembangkan gerakan Trisula baru antara lain : 1) LazisMu yang merupakan lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Dengan tujuan mengurangi kemiskinan yang masih meluas, kebodohan dan indeks pembangunan manusia yang sangat rendah juga mampu bersumbangsih dalam mendorong keadilan sosial, pembangunan manusia dan mampu mengentaskan kemiskinan serta LazisMu sebagai motor penggerak dua aktifitas lembaga MDMC dan MPM, 2) Muhammdiyah Disaster Management Center ( MDMC ) yaitu lembaga yang bergerak dibidang Tanggap Darurat Bencana, Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana dan Rehabilitasi Pasca Bencana. Tidak hanya didalam negeri kiprah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bahkan menjadi satu-satunya Tim Medis Darurat di Indonesia yang terdaftar WHO dan diundang Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Kota Genewa, Swiss yang diwakili oleh DR.Corona Rintawan, Tidak cuma mewakili MDMC, kehadiran Corona mewakili Indonesia lantaran MDMC merupakan. Corona didampingi perwakilan Kementerian Kesehatan RI, 3) Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) sebagai salah satu lembaga di Muhammadiyah yang bergerak dibidang sosial yang lebih khusus lagi digerakan pemberdayaan masyarakat, memiliki peran penting dalam membantu mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat suku Kokoda. Ketiganya merupakan sebuah gerakan yang tersistem sebagai Muhammadiyah aids, relief, dan disaster management. Selain ketiga gerakan diatas akhir – akhir ini juga tidak kalah penting yaitu Muhammadiyah Covid-19 Comand Center ( MCCC ) yang sudah memberikan bantuan untuk menangani korban Pandemi Covid-19, hingga petengahan November 2020 tercatat sudah lebih dari Rp. 310 Milliar dengan total penerima manfaat 510.873 jiwa. Menurut lembaga kajian strategi dan pembangunan ( LKSP ) telah menempatkan organisasi Muhammadiyah menjadi lembaga yang paling peduli dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia.
Keterlibatan Muhammdiyah Dalam Politik .
Tokoh yang awal terlibat dalam partai politik merupakan bagian awal strategi dalam menwujudkan tujuan persyarikatan.
Tokoh – tokoh Muhammdiyah yang masuk dalam partai politik bukanlah penumpang gelap dan gratis yang hanya memanfaatkan untuk memenuhi kepetingan sendiri akan tetapi mereka merupakan pendiri yang kemudian aktif dalam memperjuangan Islam melalui Lembaga eksekutif dan posisi Muhammdiyah itu sendiri berada diluar kekuasaan yang berguna sebagai penentu kebijakan Negara dan mengawal arah pembangunan yang sesuai dengan cita – cita Muhammdiyah.

Kader Muhammdiyah yang ikut dalam partai politik bertujuan mulia yaitu berperan dalam pengaturan kehidupan bernegara dan berbangsa serta membantu rakyat yang menderita. Muhammadiyah mempunyai banyak pengalaman panjang yang dapat dijadikan preseden dan inspirasi bagaimana berpolitik secara kontekstual. Muhammadiyah harus mengkaji manfaat dan mudaratnya "memiliki" parpol. Ijtihad politik di masa lalu terbuka untuk dievaluasi dan direformulasikan kembali sesuai konteks dan logika situasi yang menyertainya. Namun di era kepemimpinan DR. Haedar Nashir menyerahkan pilihan politik ke pada warga Muhammadiyah dan kembali berpegang teguh pada khittahnya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan. Sebagaimana dalam Kepribadian Muhammadiyah, organisasi ini bukanlah partai politik, namun bukan berarti Persyarikatan antipolitik dan tidak paham politik.

Selaras dengan hal itu, Haedar Nashir dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah beberapa waktu lalu menegaskan akan tetap membawa Persyarikatan pada khittahnya. Khittah sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar, mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Di Momentum Milad ke-108 Tahun
Pekerjaan besar Muhammdiyah adalah membantu negeri ini mengatasi berbagai permasalahan dengan menyertakan program gerakan dakwah melalui kader Angkatan Muda Muhammadiyah, kader militant di berbagai wilayah dan daerah dengan lembaga pendidikan agar tetap berjalan meskipun hanya melalui Media daring, kemudian di lingkungan tempat ibadah/ masjid – masjid muhammdiyah harus dikelola managementnya dengan baik.

Di acara Milad Muhammadiyah ke-108 tahun ini kita pemimpin, kader muda di semua wilayah dan daerah untuk tetap menjaga tali silahturahmi kepada siapapun, penjaga umat dari lunturnya akhlak, membantu pemberdayaan ekomoni melalui gerakan ekomoninya, dan membantu kegiatan social tanpa pandang bulu baik suku, agama dan ras

Related Post