Latest News

Memaknai Milad ke – 108 Muhammadiyah

7 months ago Post

Pada tanggal 18 November lalu, Muhammadiyah menggelar milad yang ke-108. Perhelatan yang digelar secara virtual ini mengangkat tema ‘‘Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri'. Menurut apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, tema tersebut diangkat untuk mempertegas gerak, sikap dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkambang. Selain itu, Muhammadiyah juga senantiasa memberi solusi terhadap masalah negeri, termasuk saat pandemi ini.

Walau digelar secara virtual, setidaknya 5000 peserta ikut memeriahkan kegiatan milad tersebut melalui Zoom Teleconferensi Media. Kegiatan ini pun disiarkan langsung di berbagai kanal media Muhammadiyah yang dapat diakses dengan mudah oleh warga, simpatisan Muhammadiyah, atau kalangan lainnya. Di Buleleng sendiri, para warga Muhammadiyah turut serta menyaksikan kemeriahan acara tersebut melalui kanal media Muhammadiyah yang ada.

Di usia yang sudah lebih dari satu abad ini, tokoh Muhammadiyah Buleleng, Ayahanda Sutrisno, mencoba memaknainya agar Muhammadiyah Buleleng terus berbenah dalam persoalan manajemen keuangan. Persoalan manajemen keuangan ia soroti, mengingat beliau merupakan bendahara PDM Buleleng dari tahun 2015 hingga saat ini.

Semenjak Muhammadiyah Buleleng dipimpin oleh Ayahanda Ali Susanto, M.Pd beliau menyadari bahwa semangat berorganisasi para warga Muhammadiyah, utamanya generasi muda mulai bergeliat kembali. Ortom – ortom yang ada, aktif melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat demi memajukan Muhammadiyah Buleleng. Tentu hal ini harus mendapat sokongan dari berbagai pihak. Terutama sokongan dalam hal pendanaan. Ia menyadari betul bahwa organisasi tanpa adanya dana jangan harap bisa berjalan dengan baik. Pria kelahiran Bandung ini bersama dengan pimpinan daerah Muhammadiyah lainnya pun berusaha keras agar Muhammadiyah Buleleng kuat dalam persoalan dana agar segala kegiatan yang telah diagendakan dapat berjalan dengan optimal.

Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari menjual pulsa kepada warga Muhammadiyah, mendukung kehadiran Angkringan Mu, mengadakan sekehe timpuh dan yang terbaru adalah mendirikan Baitul At-Ta’awun Muhammadiyah. Banyak tantangan dan rintangan selama melakukan kegiatan dengan tujuan pengadaan dana tersebut. Namun, alhamdulillah tak sedikit juga kebahagiaan yang didapatkan. Salah satu pencapaian yang positif yaitu penjualan pulsa kepada warga Muhammadiyah Buleleng yang ternyata melebih target yang telah ditetapkan.

Usaha yang terbaru saat ini yaitu Baitul At-Ta’awun Muhammadiyah atau yang biasa disingkat BTM. Kehadirannya semoga dapat membantu keuangan Muhammadiyah khususnya warga muhammadiyah. Beliau membuka peluang pada seluruh warga Muhammadiyah untuk bergabung di BTM.

‘‘Ayo gabung di BTM. InsyaAllah berkah’’ ajaknya dengan penuh semangat.

[Syam]
Oleh Pak Tris

Related Post